At-tathoyyur (merasa sial dengan segala sesuatu) (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar Tauhid)

At-tathoyyur: merasa akan bernasib sial karena melihat atau mendengar kejadian tertentu. Seperti melihat tabrakan atau perkelahian dll yg membuat dia tidak jadi melaksanakan hajatnya serperti bepergian, berdagang, dll

At-tathoyyur termasuk syirik kecil apabila perasaan tsb diikuti. Rasulullah bersabda: barangsiapa yg at-tiyarah menyebabkan dia tidak jadi melaksanakan hajatnya, maka dia telah berbuat syirik (hr ahmad)

Perasaan ini sebenarnya tidak akan memengaruhi takdir. Sebagaimana hal ini dinafikkan dan diingkari oleh rasulullah. Beliau bersabda: dan tidak ada tiyarah (hr bukhari dan muslim)
Maksudnya tiyarah ini a/ hanya sebuah perasaan saja yg tidak akan berpengaruh terhadap takdir Allah. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh mengikuti waswas syaithan ini. 

Dan hendaknya dia memiliki keyakinan yg kuat bahwa semua yg terjadi di permukaan bumi, berupa kebaikan dan keburukan adalah dengan takdir Allah semata. Seorang mukmin hendaknya yakin bahwa tidak ada yg dapat mendatangkan kebaikan kecuali Allah. Dan tidak melindungi dari keburukan kecuali Allah. Hanya bertawakkal kepada Allah semata dan berbaik sangka hanya kepada Allah. Apabila datang perasaan was2 tsb, maka hendaknya segera dihilangkan dgn tawakkal dan tetaplah ia menjalankan hajatnya. Apa yg terjadi setelah itu adalah takdir Allah

Adapun at tafaul diperbolehkan dalam agama kita. At tafaul a/ berbaik sangka kepada Allah karena melihat atau mendengar sesuatu. Dahulu rasulullah sering bertafaul. Seperti ketika terjadi perjanjian hudaibiyah. Utusan quraisy saat itu bernama suhail. Suhail a/ bentuk tashmir sahl, artinya mudah. Kemudian Rasulullah berbaik sangka bahwa perjanjian ini akan membawa kemudahan dan kebaikan bagi umat islam. Maka benarlah sangkaan rasulullah. Allah membuka pintu2 kemudahan bagi umat islam setelah perjanjian hudaibiyah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersumpah dengan selain nama Allah (Silsilah ilmiyah 1: Belajar tauhid)

Taat ulama di dalam kebenaran (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar tauhid)

Cinta kepada Allah (Silsilah ilmiyah 1: Belajar Tauhid)