Postingan

Taat ulama di dalam kebenaran (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar tauhid)

Ulama a/ org2 yg memiliki ilmu ttg Allah dan agamanya. Yaitu ilmu yg membawa dirinya u/ bertakwa kepada Allah. Para ulama a/ pewaris para nabi dan kedudukan mereka dalam islam sangat tinggi. Allah telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita untuk taat kepada mereka selama mereka menyeru dan mengajak kepada kebenaran dan kebaikan Q.s an nisa : 59 = wahai org2 yg beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan ulil amri kalian Ulil amri= ulama dan umara (pemerintah) Menghormati para ulama bukan berarti menaati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan. Ulama seperti manusia yg lain, ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar. Kalau benar mereka mendapatkan 2 pahala, kalau salah mereka mendapatkan 1 pahala. Apabila telah jelas kebenaran bagi seorang muslim dan jelas bahwa seorang ulama menyelisihi kebenaran tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang menaati ulama tersebut dan kemudian dia meninggalkan kebenaran Rasulullah bersab...

Takut kepada Allah (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar Tauhid)

Diantara keyakinan seorang muslim bahwa manfaat dan mudharat a/ ditangan Allah semata. Seorang muslim tidak takut kecuali kepada Allah, dan tidak bertawakkal kecuali hanya kepada Allah. Takut kepada Allah yg dibenarkan a/ takut yg membawa pelakunya kepada merendahkan diri di hadapan Allah, mengagungkannya dan membawanya untuk menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintahnya. Bukan takut yg berlebihan yg membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allah dan juga bukan takut yg terlalu tipis yg tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah. Takut seperti ini a/ ibadah. Tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah. Barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allah maka dia telah terjerumus kedalam syirik besar yg dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Mis: orang yg takut mudharat wali Fulan yg sudah meninggal kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan kemudian mengagungkannya. Hendaknya seorang m...

Cinta kepada Allah (Silsilah ilmiyah 1: Belajar Tauhid)

Mencintai Allah merupakan ibadah yg agung. Cinta yg merupakan ibadah ini mengharuskan seorang muslim merendahkan dirinya di hadapan Allah, mengagungkan Allah, dan akhirnya akan membawa seseorang melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan yg Allah larang. Barangsiapa yg menyerahkan cinta ini kepada selain Allah maka dia telah melakukan syirik besar. Q.s al baqarah: 165= dan diantara manusia ada org2 yg menjadikan selain Allah sebagai sekutu2 Allah. Mereka mencintainya seperti mereka mencintai Allah. Adapun org2 beriman, cinta mereka lebih besar. Cinta yg merupakan tabiat manusia diperbolehkan (cinta kepada keluarga, harta, dll). Apabila seseorang mencintai hal tersebut melebihi cintanya kepada Allah maka mereka telah melakukan dosa besar Q.s at taubah:24 = katakanlah jika bapak2 kalian, anak2 kalian, saudara2 kalian, istri2 kalian, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yg kalian usahakan, perniagaan yg kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah2 tempat tinggal yg kalian sukai itu semua ...

Riya (Silsilah ilmiyah 1: Belajar tauhid)

Riya a/ seseorang mengamalkan sebuah ibadah bukan karena ingin pahala dari Allah, akan tetapi ingin dilihat o/ manusia dan ingin dipuji.  Riya hukumnya haram dan termasuk syirik kecil yg samar, yg tidak mengeluarkan seseorang dri islam. Riya a/ diantara sebab tidak diterimanya amal ibadah seseorang bagaimanapun besar amalan tersebut. Rasulullah bersabda: Allah berfirman "Aku a/ zat yg paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yg mengamalkan sebuah amalan, dia menyekutukan aku bersama yg lain didalam amalan tsb. Maka aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya (hr muslim) Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik kecil tidak ada harapan diampuni oleh Allah, artinya dia harus diazab supaya bersih dari dosa riya tsb. Berbeda dengan dosa besar yg ada dibawah kehendak Allah, yg kalau Allah menghendaki diampuni langsung dan kalau Allah meghendaki akan diazab terlebih dahulu. Dalilnya: sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa yg lain bagi siapa yg dikehe...

Bersumpah dengan selain nama Allah (Silsilah ilmiyah 1: Belajar tauhid)

Sumpah a/ menguatkan perkataan dengan menyebutkan sesuatu yg mengagungkan, oleh yg berbicara maupun yg diajak berbicara. Bahasa arab: wa, ba, ta. Bahasa indonesia: demi Bersumpah hanya diperbolehkan dengan nama Allah semata mis. dengan mengatakan Wallahi (demi rabb yg menciptakan langit dan bumi, demi zat yg jiwaku berada di tangan Nya, dll) Adapun mahluk bagaimanapun agungnya di mata manusia, maka tidak boleh bersumpah dengan namanya. Mis: demi rasululullah, demi kakbah, demi jibril, demi langit dan bumi, demi bulan dan bintang, dll. Ini semua jenis pengagungan terhadap mahluk yg terlarang. Rasulullah bersabda: barangsiapa yg bersumpah dengan selain nama Allah, maka sungguh dia telah berbuat syirik (hr abu daud dan tirmidzi) Syirik dalam hadits ini pada asalnya termasuk syirik kecil, yg tidak mengeluarkan seseorang dari islam. Namun bisa sampai kepada syirik besar apabila dia mengucapkan sumpah kepada mahluk disertai pengagungan seperti pengagungan kepada Allah. Mis: sumpah yg dilakuk...

Meramal nasib dengan bintang (Silsilah Ilmiyah 1 : Belajar Tauhid)

Bintang a/ mahluk yg menunjukkan kebesaran Allah (penciptanya). Allah telah mengabarkan dalam quran bahwa bintang memiliki 3 faidah: -perhiasan langit -pelempar setan  -petunjuk manusia (mengetahui arah mata angin, mengetahui arah daerah, mengetahui arah kiblat, mengetahui kapan datangnya musim menanam atau musim hujan, dll) Sahabat Qatadah (ulama yg meninggal tahun 110 Hijriah): barangsiapa yg meyakini bintang memiliki faedah yg lain selain 3 hal diatas maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu (hr bukhari) Maksudnya yaitu meyakini terbit dan tenggelamnya bintang atau berkumpul dan berpisahnya bintang berpengaruh kepada keberuntungan seseorang di masa yg akan datang, baik dalam masalah rejeki, jodoh dll. Sebagaimana kolom yg ditemukan di media sosial (membaca dan mempercayai hal tsb a/ perbuatan haram dan termasuk dosa besar). Sebagian ulama mengatakan hukumnya sama seperti orang yg mendatangi dukun dan bertanya kepadanya. Ancamannya tidak diterima sholatnya selama 40 hari ...

At-tathoyyur (merasa sial dengan segala sesuatu) (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar Tauhid)

At-tathoyyur: merasa akan bernasib sial karena melihat atau mendengar kejadian tertentu. Seperti melihat tabrakan atau perkelahian dll yg membuat dia tidak jadi melaksanakan hajatnya serperti bepergian, berdagang, dll At-tathoyyur termasuk syirik kecil apabila perasaan tsb diikuti. Rasulullah bersabda: barangsiapa yg at-tiyarah menyebabkan dia tidak jadi melaksanakan hajatnya, maka dia telah berbuat syirik (hr ahmad) Perasaan ini sebenarnya tidak akan memengaruhi takdir. Sebagaimana hal ini dinafikkan dan diingkari oleh rasulullah. Beliau bersabda: dan tidak ada tiyarah (hr bukhari dan muslim) Maksudnya tiyarah ini a/ hanya sebuah perasaan saja yg tidak akan berpengaruh terhadap takdir Allah. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh mengikuti waswas syaithan ini.  Dan hendaknya dia memiliki keyakinan yg kuat bahwa semua yg terjadi di permukaan bumi, berupa kebaikan dan keburukan adalah dengan takdir Allah semata. Seorang mukmin hendaknya yakin bahwa tidak ada yg dapat mendatangka...