Takut kepada Allah (Silsilah Ilmiyah 1: Belajar Tauhid)
Diantara keyakinan seorang muslim bahwa manfaat dan mudharat a/ ditangan Allah semata. Seorang muslim tidak takut kecuali kepada Allah, dan tidak bertawakkal kecuali hanya kepada Allah. Takut kepada Allah yg dibenarkan a/ takut yg membawa pelakunya kepada merendahkan diri di hadapan Allah, mengagungkannya dan membawanya untuk menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintahnya. Bukan takut yg berlebihan yg membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allah dan juga bukan takut yg terlalu tipis yg tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah.
Takut seperti ini a/ ibadah. Tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah. Barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allah maka dia telah terjerumus kedalam syirik besar yg dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Mis: orang yg takut mudharat wali Fulan yg sudah meninggal kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan kemudian mengagungkannya.
Hendaknya seorang muslim meneladani Nabi Ibrahim ketika berkata: dan aku tidak takut dengan sesembahan kalian. Mereka tidak memudharatiku kecuali apabila rabbku menghendaki (q.s al an'am:80).
Diantara takut yg diharamkan a/ takutnya seseorang kepada mahluk melebihi takutnya kepada Allah. Sehingga takut tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allah atau melakukan larangan Allah. Seperti orang yg meninggalkan jihad yg wajib atasnya karena takut kepada orang2 kafir. Atau tidak melarang kemungkaran karena takut terhadap celaan manusia padahal dia mampu.
Q.S Ali imran: 175 = Sesungguhnya itu hanyalah setan yg menakut-nakuti kalian dengan wali-walinya. Oleh karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tapi takutlah kepadaku jika kalian benar-benar org yg beriman.
Diantara cara menghilangkan rasa takut kepada mahluk yg diharamkan a/ berlindung kepada Allah dari bisikan setan dan mengingat sabda Rasulullah yaitu: ketahuilah bahwa seandainya ummat semuanya berkumpul u/ memberi manfaat kepadamu maka niscaya mereka tidak bisa memberikan manfaat kecuali dengan apa yg Allah sudah tulis. Dan seandainya mereka berkumpul untuk memberi mudharat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberi mudharat kecuali dengan apa yg sudah Allah tulis (hr at tirmidzi)
Diperbolehkan takut yg merupakan tabiat manusia: takut akan panasnya api, takut terhadap binatang buas. Takut seperti ini bukanlah takut yg merupakan ibadah, dan bukan takut yg membawa seseorang meninggalkan perintah atau melanggar larangan Allah. Ini a/ takut yg tabiat yg para nabipun tidak terlepas darinya.
Komentar
Posting Komentar